Followers

Friday, September 09, 2011

Terbanglah merpati...


Sang merpati hadir di halaman yang selalu sepi..

Meski tak pernah terdengar kicaunya, tapi kepak sayapnya memecah sunyi
Dengan bulu yang putih bersih, seolah dia hadir membawa kasih..

Jinak dia hinggap berhari-hari hingga akhirnya terbang pergi..

Biarlah merpati putih terbang tinggi
karena hati sadar dia hadir sekedar singgah melepas lelah
bukan karena pesona atau simpati pada hunian sederhana ini...

Kurelakan merpati terbang tinggi menemui pemiliknya yang hakiki
Menjelajah angkasa kembali, menempuh perjalanan suci
menjaga bulu-bulu putihnya supaya tak ternodai..

Biarlah merpati putih terbang pergi
menjemput janji yang telah pasti dari Ilahi Rabbi...

Thursday, September 08, 2011

Cinta yang Sempurna...

Kutemukan mozaik cinta-Nya dalam derai tasbih Asmaul Husna

Dikala syahdu qolbu mendaras firman-Nya

Begitu lembuuut… tapi kuat meyakinkan

Getaranmu teramat dekat wahai Belahan Jiwa

Meski tak kulihat jelas dimata…



Haqqul Yakin engkau ada

Hati amat yakin jaauuuh sebelum berjumpa..

Jauh sebelum bersapa..

Keyakinan telah mematahkan segala bimbang dan kelemahan

Keyakinan telah menghempaskan segala keputusasaan

Keyakinan telah menepis segala kecurigaan

Keyakinan telah membekukan beribu tanyaku dalam kemantapan

Keyakinan itu jualah yang telah membawa jejak langkah kita menapak sejalan



Kehadiranmu adalah bias cinta-Nya yang sempurna

Dan kau adalah keajaiban yang kupesan itu… lama sebelum mengenal cinta

Kau adalah separuh ruhku yang terpisah.. nan jaauuuh disana

Berkelana mengukir jejak langkah masing-masing… untuk berjumpa di suatu masa



Menantimu adalah Rahasia Rabb Semesta

Ternyata kau tak harus letih kucari

Tapi kau telah dipilih Allah untukku jauh sebelum tercipta hari

Dengan keagungan Cinta Sang Maha Cinta

Pertemuan barokah itu terasa begitu…. SEMPURNA

#repost

Bila Aku Jatuh Cinta...

Ya Allah, jika aku jatuh cinta
maka cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu
agar bertambah kekuatanku untuk mencintaimu...

Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta jagalah cintaku
agar cintaku tidak melebihi cintaku pada-Mu...

Ya Allah, jika aku jatuh cinta pada kekasih-Mu
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh
dalam perjalanan panjang menyeru manusia pada-Mu...

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu
jangan bairkan aku melampaui batas
sehingga terlenakan aku pada cinta hakiki
dan rindu abadi hanya pada-Mu...

# inspiration from Sayyid Qutb

Wednesday, September 07, 2011

Biarlah Allah yang Menata...

Impian yang pernah digantung bagai bintang,
nampaknya akan kembali ditanggalkan

Sekali-kali bukanlah karena diri memutuskan asa, apalagi mematahkan azzam

Hanya saja mata dan kepala terlalu lelah untuk selalu menatap tinggi keatas

Terlebih hati, tak sanggup menahan gundah ketika melihat kawan-kawan yang sudah jauh melangkah di depan

Padahal di kiri-kanan begitu banyak orang yang terseok berjalan

Jarang sekali terbesit niatan menghampiri untuk memberi sedikit bantuan

Benarlah, selama ini pandangan selalu ke atas dan tertahan...


Sekarang, biarkanlah langkah itu pelan

Biarlah jalan itu terasa melelahkan

Meski mimpi itu tanggal dan berserakan,

tapi sinarnya tetap akan berkilauan sebagai pelita di tepian jalan

Jikalau Allah berkehendak, kelak Dia akan menatanya dengan indah pada rangkaian episode kehidupan...

Tuesday, September 06, 2011

PERPISAHAN

Sendiri resapi heningnya malam ini
Tanpamu disini hatiku sunyi
Berharap engkau kembali
Mengisi hari bersama lagi...

Segala perbedaan itu membuatmu jauh dariku
Biarlah sang waktu menjaga cintamu...
Nyalakanlah api cinta membakar ragu yang ada
Ku kan slalu setia hingga saat tiba..

Perpisahan ini hanya 'ntuk sementara
Sabarlah menanti usah gelisah....

RT: @ri Lasso
~ sebuah lagu yang sempat jadi favorit di masa lalu ~

Saturday, July 02, 2011

Ketika Da'wah Tiada lagi Cinta

[ Dar Az-Zikra, Rabi'ul Akhir 1432H ]


Ketika da’wah tiada lagi cinta

Banyak yang mengaku da’wah tapi tak punya ilmunya

Banyak buku bertumpuk sebatas hiasan dinding, tak lagi di kaji tak juga dibaca

Majlis-majlis ta’lim sepi, sedikit sekali yang istiqomah menghadirinya

Lantas apa makna al Fahmu?

Dari mana didapatkannya ilmu?

Ataukah sudah tiada lagi cinta dan rindu terhadap surga?

Padahal para malaikat-Nya senantiasa menaungi majlis-majlis ilmu dan mencatat nama-nama hadirin di daftar penghuni surga..


Ketika da’wah tiada lagi cinta

Banyak yang mengaku berda’wah, tapi hanya sekedar mengejar kepentingan pribadi semata

Tak lagi mampu menahan diri dari godaan-godaan kesenangan dunia

Lalu dimana letak al Ikhlas?

Apakah da’wah hanya sekedar mencari harta, jabatan dan popularitas?

Bukankah hanya dengan ikhlas, kita meraih ridlo-Nya?

Ya Allah, limpahkanlah rahmat-Mu kepada generasi terbaik yang mengajari kami makna ikhlas...

Engkau berikan dunia dalam genggaman tangan mereka, tapi tak sedikitpun dari dunia mengisi hati mereka

Karena hanya satu tujuan mereka, memandang wajah-Mu di surga


Ketika da’wah tiada lagi cinta

Deretan nama-nama tertulis rapi dalam daftar organisasi, tapi tak terlihat lagi indahnya amal jama’i

Segelintir orang menanggung beban da’wah

Sebagian besar yang lain, tak tau lagi entah kemana

“afwan, saya ada agenda penting.... Afwan saya ada kerjaan dikantor....

Afwan ada agenda keluarga..., afwan tugas kuliah menumpuk..”

Dan banyak lagi afwan-afwan lainnya

Dimanakah lagi al ‘Amal?

Bukankah tiap-tiap jiwa dihisab atas amalnya sendiri-sendiri,

Tiada berguna nasab, kelompok, atau organisasi...


Ketika da’wah tiada lagi cinta

Tak pernah terasa lagi kehangatan kebersamaan dengan saudara

Banyak lisan dikotori aib saudaranya

Banyak hati dikotori prasangka

Tak ada lagi hormat dan taat pada qiyadah dan orang tua

Tak terasa lagi kasih sayang dan teladan kepada yang muda

Ukhuwah, takaful, ta’awun, itsar, hanyakah sekedar teori semata?


Ketika da’wah tiada lagi cinta

Di sepertiga malam tak lagi banyak mata-mata terjaga

Tak terdegar lagi riuhnya para aktivis membaca ayat-ayat suci-Nya

Al ma’tsurat sudah banyak yang lupa, bahkan sedikit sekali yang mencoba menghafalnya

Lantas bagaimana hati bisa peka?

Bagaimana maknawiyah tetap terjaga?

Bagaimana ghiroh tetap menyala?


Ketika da'wah tiada lagi cinta pada-Nya

Maka yang tumbuh kemudian "cinta" manusia

Banyak hati tak lagi terjaga

Lisan, hati, pikiran mengikuti syahwat semata


Ketika da’wah tiada lagi cinta

Maka tumbuhkanlah cinta...

Hadirkanlah cinta...

Cinta pada Allah, cinta pada Rasulullah, cinta pada da’wah

Yang dengan harta dan jiwa, para pendahulu kita telah membayarnya

Dan mereka mendapat balasan surga dari Allah ta’ala

Ya Allah, Yang Maha Membolak-balikkan hati

Teguhkanlah hati kami di atas agamamu

Teguhkanlah hati kami dalam ketaatan kepadamu

Teguhkanlah hati kami dalam berda’wah kepadamu

Friday, February 25, 2011

LOWONGAN TERBARU (MARET 2011)

Yayasan Solo Peduli membutuhkan:

  1. Kepala Sekolah SDIT SOLO PEDULI (Klaten)
  2. Staff Administrasi
  3. Staff Fundraising

Syarat Umum:

  1. Muslim/Muslimah (1,2,3)
  2. Pendidikan S1 Pendidikan (1)
  3. Pendidikan SMK Akuntansi / D3 Akuntansi (2)
  4. Pendidikan SMK sederajat (3)
  5. Aktif I organisasi Islam maupun masjid (1,2,3)
  6. Usia Maksimal 30 tahun (1), 25 tahun (2,3)
  7. Tidak merokok

Kelengkapan persyaratan

  1. surat lamaran
  2. Fotocopy ijazah teraikhir
  3. CV
  4. Pas photo 4 x 6 berwarna 2 lmbar
  5. Piagam / sertifikat

Lamaran dikirim ke :

HRD Solo Peduli, GRiya SOLOPOS Lt.3

paling lambat 4 MARET 2011

Sunday, January 30, 2011

KHITBAH…

Alhamdulillah hari ini diberikan lagi kesempatan & kekuatan oleh Allah untuk bisa kembali menuliskan pengalaman hidup. Setelah hampir satu bulan tidak sempat menulis karena sibuk persiapan ujian. Saya menulis kisah ini hanya sekedar membagi pengalaman, kalau ada yang bermanfaat semoga bisa menjadi pelajaran bagi teman-teman yang lain. Kalau ada yang kurang baik semoga juga menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tidak mengulangi, dan saya mohon tadzkirohnya.

================

Beberapa waktu yang lalu saya sudah berazzam untuk menggenapkan separuh agama. Maka dari itu saya segera melengkapi biodata diri yang sebenarnya sudah lama sekali saya persiapkan sehingga tidak perlu waktu lama pun sudah jadi. Setelah itu waktunya mengumpulkan keberanian untuk menyampaikannya kepada guru ngaji.


“Ada apa Akhi, kok tumben tiba-tiba silaturahmi?”, pertanyaan telak dari sang guru sesaat setelah saya sampai rumah beliau. Maklum kalau tidak ngaji tidak pernah silaturahmi.


“Langsung saja ustadz, eemm…anu… e… begini ustadz. Saya sudah berazzam untuk melanjutkan tahapan amal yang kedua : membina keluarga yang islami.”, jawaban yang sedikit bergaya untuk meyakinkan sang guru meskipun dengan lidah agak kelu.


“Maksudnya antum sudah mau menikah?”


”kira-kira begitu ustadz.”


”Antum sudah siap akh?”, sepertinya beliau kurang begitu yakin, wajar saja ini pernikahan yang pertama kali.


”Kalau menurut ustadz bagaimana?”


”Lhoh kok malah tanya saya. Kalau sekilas yang saya tau dari antum, secara dzohir sih insyaAllah antum siap. Tapi terkait persiapan mental dan ruhiyah antum sendiri yang tau.”


”InsyaAllah siap ustadz, mohon bimbingannya saja.”


”Kriteria calon istri seperti apa yang antum inginkan akh?”


”Saya tsiqoh saja ustadz yang penting sholihah dan menjaga diri.”


Setelah perbincangan malam itu, tak lama kemudian sang guru memberikan biodata si Fulana (siapa dia? Tunggu tanggal mainnya ya..). Dari informasi yang pernah saya dapat, bagi ikhwan yang mengajukan proses nikah katanya memang tidak perlu menunggu lama. Salah seorang ustadz pernah meyampaikan, biodata akhwat itu mengalir seperti kran air tapi biodata ikhwan seperti air menetes dari pipa yang bocor setitik-demi setitik.

Setelah beberapa kali istikharah, akhirnya saya menyampaikan kepada ustadz untuk melanjutkan ke proses ta’aruf. Tidak perlu membentuk tim investigasi khusus untuk mencari informasi, cukuplah Allah Yang Maha Mengetahui memberikan kemantapan di hati.


Proses ta’aruf pun berjalan lancar dan tidak berbelit-belit. Jangan salah faham ya, bukan karena kami sudah ta’aruf swadaya sebelumnya tapi sejak awal saya memang sudah memantapkan hati yang penting sholihah. Si Fulana pun untungnya juga tidak pasang target tinggi.


Setelah proses ta’aruf dan musyawarah kedua belah pihak selesai, tibalah waktu saya bersama sang guru untuk datang ke rumah akhwat menyampaikan khitbah kepada orang tua si Fulana. Sore itu saya bersama sang guru dan beberapa temen ngaji bersiap untuk berangkat ke rumah Fulana dengan menyewa sebuah mobil. Kalau yang ini bukan untuk bergaya, masalahnya waktu tempuh ke rumah Fulana sekitar dua sampai tiga jam perjalanan jadi tidak mungkin naik motor rame-rame. Itu sewa mobil pun yang paling murah.


Rombongan kami tiba di rumah Fulana sekitar ba’da Isya’. Keluarga Fulana pun menyambut kedatangan kami dengan baik. Sesampai disana kami dijamu makan malam terlebih dahulu. Makanannya yang bermacam-macam seperti ini nampaknya sudah benar-benar disiapkan sejak tadi. Alhamdulillah, sepertinya bakal dapat calon mertua yang baik.


Selesai makan dan berbincang-bincang ringan, akhirnya tibalah waktu untuk menyampaikan maksud kedatangan kami kerumah Fulana. Sang guru yang akan mewakili menyampaikan khitbah kepada orang tua Fulana.



Baru saja sang guru mau menyampaikan hal tersebut, tiba-tiba di depan rumah ada seseorang yang teriak-teriak, ”BANGUN-BANGUN, QIYAMUL LAIL”....

Saya pun heran, jam segitu kok ada orang teriak-teriak Qiyamul lail. Semakin lama suaranya terdegar semakin keras, ”BANGUN-BANGUN, QIYAMUL LAIL AKHI..”


Pandangan saya kemudian menjadi buyar, sesaat mencoba mengumulkan kesadaran ternyata sedang terbaring diatas tempat tidur. Subhanallah, ternyata semua tadi hanya mimpi. Beberapa saat termenung diatas tempat tidur, menengadahkan tangan meminta kepada Yang Maha Memberi Mimpi,

”Ya Rabbi, semoga mimpi tadi menjadi pertanda kebaikan bagi hamba-Mu ini. Semoga Engkau memberikan kepada hamba seseorang yang baik dari keluarga yang baik dan melalui proses yang baik dan berkah. Aamiin...”