Followers

Friday, August 20, 2010

Ikhwan Mencari Cinta (part 1) - cerpen

Malam ini adalah saat yang sudah aku tunggu-tunggu. Aku segera pergi ke rumah Ustadz Sholihin setelah sholat isya’. Ustadz Sholihin berjanji akan memberikan biodata akhwat yang akan diperkenalkan denganku setelah dua pekan yang lalu aku menyerahkan biodataku kepada beliau untuk dicarikan akhwat yang menurut beliau cocok untuk menjadi pendamping hidupku. Sesampai rumah ustadz Sholihin, beliau sendiri yang menjawab salamku kemudian membukakan pintu.

“Oh Ahmad tho, malam ini kelihatan tampan sekali kamu. Mari silahkan duduk, aku sudah menunggumu sejak ba’da isya’ tadi.” Setelah mempersilahkan duduk, beliau ijin masuk kedalam sebentar.

Aku tidak tahu apakah pujian yang disampaikan beliau barusan adalah yang sejujurnya ataukah hanya untuk menyenangkan hatiku. Mungkin saja beliau ingin mendapat pahala dengan menyenangkan hati orang lain. Tapi bagiku itu tidak penting, yang terpenting adalah aku segera mendapat biodata akhwat yang sudah beliau janjikan untukku. Siapa kiranya gerangan akhwat yang telah dijodohkan oleh Allah untuk menjadi pendamping hidupku. Apakah dia akhwat yang sesuai dengan kriteria yang aku harapkan ataukah tidak. Pertanyaan-pertanyaan itu yang melayang dalam benak fikiranku.

Tidak lama kemudian ustadz Sholihin keluar membawa sebuah amplop agak besar. Aku sangat yakin amplop yang dibawa beliau itu berisi biodata akhwat yang telah beliau janjikan. Sepertinya ustadz Sholihin tahu kecemasan dalam fikiranku.
”Ini Mad, biodata akhwat yang telah aku janjikan padamu.”

Beliau menyerahkan amplop itu kepadaku sambil duduk di kursi sebelahku. Beliau memegang pundakku, kemudian berpesan,
“Kamu baca saja biodatanya nanti dirumah. Silakan kamu sholat istikhoroh, minta petunjuk kepada Allah. Seandainya akhwat ini yang telah dipilihkan Allah untuk kebaikan dunia dan akhiratmu, semoga Allah memberikan kemantapan dalam hatimu. Pesanku, janganlah kamu mendahulukan pertimbangan-pertimbangan duniawi karena semua yang ada di dunia ini akan rusak. Wajah yang cantik rupawan, suatu saat juga akan keriput termakan usia. Harta dan pekerjaan, sangat mudah bagi Allah untuk mengambilnya setiap saat. Tidak jarang harta dan pekerjaan justru melalaikan manusia dari beribadah kepada Allah. Adapun nasab keluarga, setiap orang tidak mempunyai kekuasaan untuk memilih lahir dari rahim wanita yang dia kehendaki. Yang terpenting adalah apa yang telah dia perbuat setelah kelahirannya untuk mempersiapkan akhir hidupnya. Rasulullah memang pernah menyampaikan seorang wanita dipilih karena beberapa hal tersebut. Tapi terakhir beliau menyampaikan, pilihlah olehmu seorang wanita karena agamanya. Karena agama yang baik dari seorang istri akan menyelamatkanmu di dunia dan di akhirat.”

“Terima kasih ustadz, insyaAllah akan saya laksanakan nasehat ustadz. Kalau begitu saya mohon pamit dulu ustadz.”

“Baiklah, hati-hati dijalan ya. Titip salam buat ibu dan bapak di rumah.”

“InsyaAllah ustadz, Assalamu’alaykum…”

“Wa’alaykumussalam warahmatullah wabarokatuh..”

Tuesday, July 06, 2010

KAMI TUNGGU ANDA MENOLONG ISLAM

Sekarang, kami tunggu aktivis Islam, terutama generasi muda, menolong Islam dan umatnya. Kami tungu peran mereka seperti peran Abu Bakar saat memerangi orang-orang murtad, peran Khalid bin Walid di perang Yarmuk, peran Sa’ad bin Abu Waqash di perang Al qadisiyah, peran Shalahuddin Al Ayyubi di perng Hiththin, pern Qataz di perang Ain Jalut, peran Muhammad Al Fatih di Konstantinopel, dan peran Sulaiman Al-Halbi saat menyerang Cliber.

Kami ingin bahagia, kendati sejenak sebelum meninggal dunia, melihat Khilafah Islamiyah dan menyaksikan benderanya berkibar di timur dan barat. Juga memandang naungannya yang rimbun menyebarkan keadilan, kebenaran, sinar, dan petunjuk, ke dunia. Kami tunggu hari itu, dimana khalifah kaum Muslimin memandang awan, lalu berkata kepadanya, ”Wahai awan, pergilah ke timur dan barat, niscaya pajaknya akan sampai ke tangan saya.” Khalifah berkata benar dan dulu wilayah Islam memang membentang ke timur dan barat, hingga mencapai wilayah paling barat dan timur, serta kekuasaan khalifah mencakupsemua wilayah, lalu daerah-daerah tersebut mendapatkan kebaikan, petunjuk, dan sinar.

Kita amat rindu datangnya hari Allah Ta’ala menaklukkan Roma, sentral kristen di dunia, yang dulu diprediksikan Rasulullah SAW akan ditaklukkan setelah Konstantinopel(diriwayatkan Ahmad). Konstatinopl ”Istambul” sudah ditaklukkan Allah Ta’ala, melalui sultan agung Muhammad Al-Fatih, yang dipuji hadits,
”Konstantinopel akan ditaklukkan. Komandan perang paling baik adalah komandan perang konstantinopel dan pasukan terbaik ialah pasukannya.” (diriwayatkan Ahmad)

Ketika itu Muhammad Al-Fatih sudah mempersiapkan diri untuk menaklukkan Romawi, setelah sukses menaklukkan Konstantinopel. Hal iitu membuat pasukan Romawi cemas dan ketakutan. Muhammad Al-Fatih tidak puas sebelum merealisasikan preoyek besar ini. Bukti ketakutan Eropa dan kecemasan mereka ialah gereja-gereja Eropa secara umum dan roma secara khusus tidak henti-hentinya membunyikan lonceng selama tiga hari berturut-turut, sebagai bentuk ungkapan rsas suka cita mereka atas meninggalnya Muhammad Al-Fatih. Kita tunggu hari seperti itu, kendati lebih panas dari bara api. Kemenangan Islam itu puncak harapan seseorang di dunia. Sekarang, kita merasakan kebaian dunia yang disebutkan di ayat,
”Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akherat."
(Al-Baqarah:201).

Itu bukan istri shalihah, namun menolong Islam, seperti dikatakan sebagian ulama. Sungguh mulia kebaikan itu! Kebaikan seperti itu menghilangkan kegalauan dan kesedihan, kendati seseorang harus kehilangan keluarga, anak, harta, dan jabatan, demi merealisasikannya. Kita lebih rindu hari Allah Ta’ala menolong agama-Nya, lalu Dia memuliakan wali-wali-Nya, daripada kerinduan kita kepada istri, anak, ayah, dan ibu, yang kita tinggalkan bertahun-tahun.

Kita merindukan hari seperti hari Uqbah bin Nafi’ mencebur ke Samudera Atlantik, dengn kaki kudanya, lalu berkata, ”Demi Allah, andai aku tahu di seberang sana ada negeri, aku pasti menyerbunya di jalan Allah.”
Uqbah bin Nafi’ berkata saat memandang langit, ”Tuhanku, kalaulah tidak terhalang lautan ini, aku pasti berjalan di banyak negeri, guna berjihad di jalan-Mu.”
Kita tunggu hari-hari seperti di atas dari Anda, wahai aktivis Islam. Apakah Anda siap merespon harapan ini? Apakah Anda menjawab serun ini? Penyair berkata,

Dukaku dan duka setiap orang merdeka
Ialah pertanyaan zaman,’Dimana gerangan kaum Muslimin berada?’
Akankah masa lalu itu kembali lagi?
Sungguh, aku merindukan masa lalu itu
Bebaskan aku dari angan-angan itu tak lebih dari ilusi semata
Berikan iman sebagai cahaya bagiku
Dan kuatkn keyakinan pada diriku
Aku sodorkan tanganku dan mencabut gunung
Serta membangun kejayaan, dengan harmonis dan kuat.

Sunday, July 04, 2010

AKTIVITAS ISLAM, BUKAN AKTIVITAS TEMPORER!!!

Akhi, aktivis Islam, aktivitas Islam itu bukan aktivitas yang bisa Anda kerjakan di sebagian waktu, lalu boleh Anda tinggalkan pada waktu lain. Sama sekali tidak. Aktivitas islam dan masuknya Anda ke dalam Islam ini lebih dari itu. Islam bukan sembarang aktivitas, seperti misalnya aktivitas budaya, atau aktivitas olahraga, atau kepanduan, yang biasa Anda geluti saat kuliah, lalu Anda tinggalkan setelah lulus. Atau aktivitas yang anda jalani ketika Anda membujang, lalu Anda tinggalkan setelah menikah. Atau aktivitas yang Anda beri waktu sebelum Anda menduduki jabatan tertentu, lalu Anda beri waktu sebelum Anda menduduki jabatan tertentu, lalu Anda tinggalkan jika Anda punya jabatan tertentu, atau sukses membuka klinik, atau apotek, atau kantor konsultan, atau sibuk studi S1 atau S2. tidak! Aktivitas Islam sama sekali tidak seperti itu.

Aktivitas Islam dan masuknya Anda ke dalamnya adalah penyembahan Anda kepada Allah Ta’ala. Dan, orang Muslim tidak berhenti dari aktivitas Islam, karena merupakan tuntutan penyembahannya kepada Allah Ta’ala, hingga detik akhir kehidupannya. Akhi, apakah Anda tidak membaca firman Allah Ta’ala,
”Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini.”(Q.S.Al-Hijr:11)

Maksudnya, sembahlah Allah Ta’ala hingga kematian datang kepadamu. Al-Qur’an tidak mengatakan, ”Sembahlah Allah hingga anda lulus dari universitas, atau hingga Anda punya jabatan tertentu, atau hingga Anda menikah, atau hingga Anda sukses membuka bisnis.”

Generasi salafush shalih memahami dengan baik ayat di atas. Kita lihat Ammar bin Yasir ra masih ikut berperang di jalan Allah Ta’ala, saat berusia sembilan puluh tahun. Saya katakan berperang bukan sekedar berdakwah, atau mengajar, atau mengerjakan amar ma’ruf nahi munkar. Disamping mengerjakan aktivitas itu semua, Ammar bin Yasir berperang di jalan Allah Ta’ala, saat ia berada di usia, dimana tulang-tulang sudah lemah, tubuh loyo, rambut beruban, dan kekuatan menurun.

Abu Sufyan bin Harb ra memotivasi tentara untu berperang, padahal ia berusia tujuh puluh tahun. Begitu juga Al Yaman dan Tsabit bin Waqsy, keduanya berperang di perang Uhud, kendati berusia lanjut dan diberi dispensasi oleh Rasulullah SAW. Beliau menempatkan keduanya di barisan belakang bersama kaum wanita. Kenapa kita pergi terlalu jauh? Raulullah SAW malakoni tujuh puluh perang setelah lebih dari lima puluh empat tahun. Bahkan, beliau berumur enam puluh tahun saat hadir di perang Tabuk, yang merupakan perang paling sulit bagi kaum Muslimin, dan memimpin kaum Muslimin di dalamnya.
Kenapa sekarang kita lihat banyak aktivis Islam tidak lagi menjadi aktivis Islam setelah lulus kuliah, atau menikah, atau sibuk bisnis, atau punya jabatan?

Mereka harus tahu bahwa permasalahan agama tidak main-main dan bisa disepelkan seperti itu. Allah Ta’ala berfirma,
”Dan kalian menganggapnya ringan saja. Padahal, dia pada sisi Allah itu besar.” (An-Nuus:15)
Mana baiat (ikrar), yang dulu Anda berikan didepan Allah Ta’ala, bukan hanya didepan manusia? Allah Ta’ala berfirman,
“Dan perjanjian dengan Alah itu diminta pertanggungjawabannya.” (Al Ahzab: 15)
Mana slogan, yang dulu sering Anda gembor-gemborkan,
Kami bangkit di jalan Allah
Kami ingin meninggikan panji
Kami beramal bukan untuk partai
Tapi, kami siap menjadi tumbal bagi agama ini
Silakan kejayaan agama muncul kembali lagi
Atau darah kami tumpah karenanya

Akibat melanggar janji itu amat berat. Terutama, bagi orang yang tadinya tahu kebenaran, lalu berpaling darinya dan orang yang telah merasakan manisnya iman lalu terjerumus dalam kebatilan. Melanggar janji dengan Allah Ta’ala itu dosa paling besar kepadaNya dan kaum mukminin. Allah Ta’ala berfirman,
”Maka barang siapa melanggar janjinya, niscaya akibat ia melanggar janji itu menimpa dirinya sendiri.” (Al-Fath: 10).
Orang yang dirayu jiwanya yang menyuruh kepada keburukan dan digoda setan untuk ingkar janji harus merenungkan firman Allah Ta’ala,
”Dan di antara mereka ada orang yang berikrar kepada Allah, ’Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian karunia-Nya kepada kami, kami pasti terasuk orang-orang shalih.’ Maka setelah Allah memberi mereka sebagian karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia iu dan berpaling, dan mereka orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran).” (At-Taubah:75-76)
Ia juga harus merenungkan dengan baik hukuman adil, seperti disebutkan di ayat berikut,
”Maka Allah menimbulkan kemunafikan di hati mereka sampai waktu mereka menemui Allah, karena mereka memungkiri terhada Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan juga karena mereka selalu berdusta.” (Q.S. At Taubah:77).

Aktivitas Islam itu agenda utama. Tragisnya, sebagian orang berhati sakit yang bergabung dengan ikhwah aktivis Islam di aktivitas Islam, di kampus, itu memandang aktivitas Islam seperti proyek bisnis. Karenanya, proyek bisnis tersebut berakhir secara otomatis, bersamaan denga selesainya waktu kuliah. Atau aktivitas Islam dianggap sebatas persahabatan di kampus, lalu bubar dengan berakhirnya masa studi.
Orang-orang seperti itu saya katakan orang-orang berhati sakit. Sebab, biasanya, penyakit muncul dari orang yang imannya lemah, hatinya sakit, tekadnya pas-pasan, dan makna iman tidak menancap kuat di hati. Umumnya, aib itu ada di hati, bukan di akal. Aib terjadi sebab iman tidak beres, bukan karena minimnya ilmu. Juga karena pengaruh syahwat, bukan karena ketidakjelasan. Juga karena cinta dunia, bukan karena minimnya kesadaran. Siapa ingin melakukan terapi, ia harus pergi kepada orang-orang yang berhati bersih, guna menghilangkan kotorannya dan mengobati penyakitnya. Sayangnya, dokter itu tidak banya pada zaman sekarang. Yang saya maksud dengan dokter di sini ialah dokter hati. Sedang dokter tubuh, banyaknya segudang.

Sungguh, orang yang keluar dari kebenaran setelah mengetahuinya itu lebih mementingkan kesenangan sementara dan syahwat terbatas, mencari kesenangan sesaat dengan mengorbankan kesedihan sepanjang tahun, menceburkan diri ke maksiat dan berpaling dari tujuan besar menuju tujuan picisan. Akibatnya, ia hidup di penjara setan, terombang ambing di lembah kebingungan, dan terbelenggu di penjara hawa nafsu. Seorang penyair berkata,
’Ia menjadi burung elang yang bulunya tercerabut
Ia merasa rugi setiap melihat burung lain terbang’.

===================================================
Artikel dari ”TAUSYAH UNTUK AKTIVIS ISLAM” , Dr. Najih Ibrahim.
===================================================

Wednesday, December 02, 2009

4 SEHAT 5 SEMPURNA buat Aktivis Dakwah

Dalam dunia kesehatan dan gizi kita mengenal “ 4 sehat 5 sempurna” yang dikonsumsi untuk tetap menjaga kesehatan dan kebutuhan gizi tubuh. Dalam dunia da’wah pun sebaiknya kita juga selalu “mengkonsumsi 4 sehat 5 sempurna (4S5S)” untuk tetap menjaga kebutuhan maknawiyah dan ruhiyah para aktivis da’wah setiap harinya.

Kalau setiap pagi para aktivis da’wah mau sarapan rutin dengan “4 sehat 5 sempurna” maka insyaAllah pada hari itu akan banyak kemudahan yang didapatkan dalam setiap aktivitasnya, baik aktivitas pribadi maupun aktivitas da’wahnya.

Tapi “4S5S” yang menjadi menu sarapan setiap pagi para da’i ini bukanlah makanan melainkan aktivitas amal yaumi (ibadah harian). Amalan-amalan yaumi tersebut kita harapakan dapat memberikan banyak kemanfaatan kepada para aktivis da’wah. Manfa’at yang bisa kita dapat antara lain:
1. Yang pasti mendapatkan ridlo dari Allah SWT apabila kita mengamalkannya dengan ikhlas.
2. InsyaAllah akan diberikan keberkahan dan kemudahan dalam setiap aktivitas.
3. Melatih kedisiplinan dalam setiap aktivitas apabila kita mengamalkannya secara rutin dan disiplin.
4. Melatih kita untuk menghargai waktu, dengan mengisi waktu untuk aktivitas-aktivitas kebaikan.
5. Yang kelima ini penting: Supaya kita tidak tidur lagi ba’da shubuh ^_^
6. InsyaAllah masih banyak manfaat yang lain yang tidak bisa kita sebutkan satu persatu.

Terus apa saja 4S5S itu?

1. Sholat shubuh tepat waktu dan berjama’ah.
2. Tilawah Alqur’an beberapa lembar
3. Dzikir (ma’tsurot) pagi
4. Sholat dzuha empat raka’at
5. Infaq atau Shodaqoh sebagai penyempurnanya.

Sebelumnya mohon difahami bahwa ini bukan bermaksud untuk membuat bid’ah baru dalam beragama dengan memunculkan istilah “4S5S”. Istilah ini hanya sekedar untuk memudahkan dalam menghafal dan menambah semangat dalam mengamalkan. Amalan-amalan yang disebutkan diatas pun insyaAllah juga berdasarkan dari apa yang dituntunkan oleh Rasulullah saw.

Dan satu hal lagi yang perlu diperhatikan lagi, bahwa ini bukan bermaksud untuk membatasi para aktivis untuk melakukan amalan-amalan yaumi yang lain seperti; silaturahim, tholabul ilmy, tahfizul qur’an, dsb. Seandainya kita mampu untuk melakukan amalan-amalan sebanyak mungkin justru itu akan lebih baik. Lima amalan yang termasuk dalam 4S5S tersebut hanyalah amalan-amalan ringan yang harusnya bisa dilaksanakan oleh para aktivis da’wah setiap hari dalam kondisi apapun, insyaAllah.

Terakhir semoga Allah senantiasa memberikan kita semua kekuatan untuk tetap istiqomah di jalan yang mulia ini, jalan para Nabi dan orang-orang mulia yang mengikuti mereka. Semoga Allah juga selalu memberikan keberkahan dan kemuntijahan dalam setiap aktivitas da’wah yang kita usahakan. Amiin….

Wallahua’lam bishshowab..

Saturday, November 14, 2009

JANGAN BANYAK OMONG “NIKAH”

Belakangan ini beberapa perbincangan di kajian rutin, pertemuan pekanan, tulisan-tulisan di facebook dan bahkan obrolan santai temen-temen kalau saya rasa-rasakan banyak yang mengarah ke satu tema ya, apa itu??? “PERNIKAHAN”.
Barangkali memang cukup menarik membicarakan masalah yang satu ini, terutama bagi para insan yang masih menunggu saat datangnya Allah memberikan anugerah baginya untuk menyempurnakan separuh dari agama.

Tetapi ternyata seringkali pembicaraan tentang tema ini memang kurang begitu berimbang. Sejauh yang saya ikuti memang sebagian besar terkesan profokatif. Saya sempat berfikir ”Apa mungkin hanya saya saja ya, yang merasa terprofokasi dengan tema-tema seperti itu??” Tapi nampaknya tidak, ternyata setelah mengikuti kajian atau materi dengan tema-tema seperti itu banyak juga temen-temen yang kemudian latah obrolannya tentang itu.

Kawan, memang tidak ada salahnya ketika kita senang dengan tema-tema perbincangan seperti itu. Apalagi kalau itu kita niatkan sebagai sarana kita untuk i’dad (persiapan) sebelum kita bener-bener siap untuk menuju kesana. Yang menjadi masalah adalah ketika setiap pembicaraan, bercanda, maupun obrolan selalu mengarah kesana tanpa ada batas-batas dan tujuan yang jelas. Terkadang permasalahan lebih penting yang seharusnya bisa kita bahas dan diskusikan menjadi kurang serius kita bicarakan.

Setelah sedikit merenung, ternyata yang menyebabkan banyak temen-temen jadi seneng ngomongin masalah ini adalah karena penangkapan materi oleh kita yang kurang berimbang. Seringkali ingatan kita lebih senang ketika menyimpan ”file-file” materi yang sifatnya adalah cerita dan hal-hal yang mungkin nampak indah ketika seseorang sudah berkeluarga. Benar pa bener nich?? Hayoo ngaku aja lah...

Mulai dari janji Allah yang akan menjadikan mereka kaya apabila mereka miskin, kemudian semua yang tadinya haram menjadi halal bahkan bernilai ibadah, kemudian janji pahala yang besar dari Allah apabila salah satu membangunkan yang lain di malam hari untuk Qiyamul lail bersama. Apalagi kalo ustadz atau pembicara yang menyampaikan materi menambah ”bumbu-bumbu penyedap” yang lain, seolah-olah memang semua akan menjadi sempurna kenikmatannya ketika seseorang sudah berkeluarga.

Nah itu dia...... Seringkali karena sudah terlena dengan lamunan-lamunan yang indah tadi, ingatan kita jadi tidak bisa menyerap sisi lain dari materi yang disampaikan. Kewajiban-kewajiban dan tanggung jawab yang harus dipenuhi seseorang ketika sudah berkeluarga menjadi terlupa semua, repot kalau sudah gitu!!!

Coba siapa yang masih inget tentang materi itu???

Tentang bagaimana kewajiban seorang suami yang harus menjaga dan mendidik istri serta anak-anaknya agar selamat di dunia & akherat, bagiamana kewajiban seorang istri yang harus menjaga kehormatan suami dan keluarga serta tanggung jawabnya dalam mendidik anak-anaknya agar menjadi anak yang sholeh dan sholehah.

Dua hal itu saja kalau mau kita fikirkan baik-baik tidak mudah kawan. Belum lagi kewajiban-kewajiban yang lain. Marilah sekarang kita evaluasi diri kita masing-masing, kira-kira saat ini apakah kita sudah bisa menjaga diri kita dengan baik sebelum kita dibebani untuk menjaga keluarga kita?? Coba kita lihat diri kita, seberapa konsisten diri kita menjalankan amalan-amalan yaumi seperti sholat tepat waktu, tilawah, sholat sunnah, dzikir, dll? Seberapa konsisten kita menjaga setiap anggota badan kita dari bermaksiat kepada Allah? Seberapa pantaskah diri kita menjadi qudwah bagi temen-temen sekitar kita sebelum kita menjadi qudwah dalam keluarga kita?

”Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya adalah para malaikat yang garang, tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintah.” (At- Tahrim: 6)

Demikian juga bagi para calon ummahat, coba juga sejenak kita evaluasi diri kita. Seberapa konsisten kita menjaga lisan kita dari membicarakan saudara sebelum kita menjaga kehormatan suami dan keluarga? Seberapa konsisten kita menuntut ilmu agama dan mengamalkannya sebelum kita mendidik anak-anak kita supaya mau mengamalkan ajaran agama?

Mohon maaf sebelumnya, bukan bermaksud untuk melemahkan temen-temen yang sudah punya azzam yang kuat untuk segera melanjutkan ke tahapan amal yang kedua, bina usroh muslimah. Seandainya temen-temen memang sudah siap dan merasa bisa untuk melaksanakan kewajiban dan tanggung jawab dalam berkeluarga, saya malah sangat menyarankan untuk bersegeralah. Tapi yang penting gak usah banyak omong, kasihan donk yang lain yang belum siap. Silakan saja tanpa ada kabar burung atau kabar bebek tiba-tiba temen-temen nyebar undangan, nah itu malah jadi bikin kejutan buat yang lain asalkan dengan proses yang bener.

Tapi kalau memang kita menyadari diri kita belum siap, ya udahlah gak usah banyak omong juga. Hati-hati, jangan sampai keinginan kita semakin memuncak gara-gara ngomongin itu terus sampai akhirnya tergelincir ke jalan yang salah (VMJ : Virus Menuju Jahanam). Atau barangkali dengan kondisi yang belum bener-bener siap, memaksakan untuk menikah yang akhirnya di tengah perjalanan nanti akan banyak permasalahan keluarga yang ditemui.

Yang penting kita lakukan sekarang adalah persiapkan diri dengan baik, minimalisir pembicaraan-pembicaran yang tidak bermanfaat, gunakan waktu seproduktif mungkin, berdo’a supaya Allah menjaga kita dari goda’an-goda’an setan, serta mohonlah supaya Allah memberikan yang terbaik buat diri kita. SEMUA AKAN INDAH PADA WAKTUNYA.....

Ehh, satu lagi : jangan lupa do’akan saya juga ya dan ingatkan kalau saya sedang salah...

Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah dan taufik kepada kita, Amiin...

Thursday, November 12, 2009

Nyowo balen…..

Ketika pertama kali membaca judul di atas, kira-kira apa yang terlintas dalam pikiran temen-temen semua??? Kalau yang orang jawa harusnya faham apa artinya tapi yang belum faham bahasa jawa sepertinya perlu membaca ceritanya dulu biar faham ^-^

Ceritanya waktu kecil dulu aku pernah mengalami suatu kejadian yang cukup menegangkan, katanya sich….. soalnya waktu itu usiaku juga baru sekitar dua setengah tahun. Saat itu kejadiannya sekitar siang menjelang ashar. Seperti halnya anak-anak balita yang lain, biasanya kalau siang menjelang ashar adalah waktunya untuk tidur siang. Waktu bangun tidur, katanya ibu sich aku biasanya sering nangis. Tapi waktu itu tidak seperti biasanya, bangun tidur ternyata kakak sepupuku yang bernama Desthy (Allahuyarham, semoga Allah merahmatinya yang sudah kembali mendahuluiku) sudah menungguiku untuk mengajak bermain. Kakakku waktu itu juga masih kecil, usianya setengah tahun lebih tua dariku.

Setelah bangun tidur itu, dia mengajakku untuk bermain didepan rumah tanpa sepengetahuan ibu. Maen apa aku juga gak inget, barangkali temen-temen bisa membayangkan lah anak-anak seusia itu biasanya maen apa, kalo gak kejar-kejaran paling juga lempar-lempar batu tapi nggak saling lempar lho ya… Pas kita lagi maen didepan rumah itu cerita ada sebuah mobil yang tiba-tiba menabrak rumahku. Posisi rumahku memang sangat rawan terjadi kecelakaan karena terletak di tikungan tajam, jadi kalo ada kendaraan yang rem-nya tidak berfungsi sangat mungkin rumahku yang jadi sasaran.

Saat itu katanya, pengemudi tidak bisa mengendalikan mobilnya karena dari belakang ada sebuah bus yang rem-nya blong sehingga mendorong mobil tersebut sampai menabrak rumahku. Keduanya seperti halnya “tamu tak diundang” seketika langsung menembus dinding depan sampai merangsek masuk bagian dalam rumah.

Semua orang yang berada disekitar berhamburan mendekati rumah, tidak tau bagaimana perasaan orang-orang waktu itu. Begitu juga ibu yang sedang menimang adik yang masih bayi dirumah bagian belakang, mendengar suara yang mengerikan itu pertama kali yang dicari adalah aku yang dalam fikiran beliau masih tertidur dikamar. Ternyata tidak seperti yang beliau kira, aku sudah tidak ada kamar. Aku juga tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan ibu waktu itu, karena setelah semua orang ikut mencari kemana-mana mereka tetap saja tidak menemukan aku dan mbak Desthy.

Tidak tau gimana ceritanya, ternyata ada orang yang melihat ada sesuatu yang bergerak didalam got tepat dibawah bangkai bus yang roda depannya sudah nyantol diatas bangkai mobil. Setelah dilihat ternyata kami berdua yang ada disitu tertutup sepotong kain atau tirai yang menyelamatkan kami dari guyuran panasnya air radiator bus yang tumpah.

Alhamdulillah dengan keajaibanNya Allah masih berkenan menyelamatkan kami. Karena secara logika bagaimana bisa ditengah-tengah kecelakaan yang sangat cepat dan tidak terduga itu kami berdua yang masih kecil secara sadar berlidung ke bawah got. Dan akupun tidak tau bagaimana kain itu bisa menutupi kami, karena tanpa kain itu kalaupun kami selamat dari lidasan kedua mobil, kami pasti sudah terguyur air radiator yang sangat panas.

Sejak kejadian itulah, orang-orang sekitar kemudian menyebut kami berdua dengan “nyowo balen” atau kalo dalam bahasa Indonesia maksudnya kurang lebih “kehidupan yang dikembalikan”. Atau apa lah yang pasti bahasa jawa memang sangat kaya dan tidak semua bisa diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia. Seiring dengan berjalannya waktu, orang-orang sudah mulai melupakan kejadian itu, tidak banyak orang yang masih ingat sebutan “nyowo balen” itu. Tapi yang pasti kejadian itu tidak akan pernah hilang dari ingatanku.....

Memang kayak sinetron, tapi ini FAKTA..

JANGAN MENYERAH Dalam Da'wah...

"Assalamu’alaykum warohmatullah….”;sambil kupalingkan wajah kearah kanan selesai tahiyat akhir sholat isya malam itu, berjama’ah di masjid sebuah desa yang sejak dulu sampai sekarang masih sederhana, tidak banyak perubahan yang signifikan. Tidak tahu apa yang kurasa dalam hati saat kupalingkan wajahku kearah kanan itu, rasa kaget, kagum, tidak percaya, syukur bercampur jadi satu. Sesaat mataku kutahan untuk menatap wajah di sebelah kananku, wajah yang sepertinya bagiku tidak asing. Masih ada tato bintang di lehernya dan tato seperti gambar tengkorak di tangan kirinya terlihat ketika dia
mengusap wajahnya selesai sholat jama’ah itu.

Jujur kejadian itu sempat mengurangi konsentrasiku berdzikir ba’da sholat. Setelah merenung beberapa saat ternyata persaan bersyukurlah yang dominan waktu itu. Seorang yang dulunya terkenal karena kenakalannya, mungkin saja hampir semua warga desa mengenal dan tahu bagaimana kisah hidupnya dulu, beberapa tahun lalu ketika aku masih tinggal di kampung. Orang yang dulu sampai dipecat dari pekerjaannya karena perbuatan-perbuatan yang dia lakukan sudah keterlaluan.

Saya tidak tahu cerita apa yang terjadi padanya 4 tahun ini ketika saya sudah jarang dikampung. Yang kutahu malam itu saat sholat isya’ berjama’ah dimasjid, dia menjadi salah satu orang yang ikut menambah jumlah jama’ah sholat yang memang setiap hari tidak lebih dari dua shof putra bahkan terkadang satu shof saja tidak penuh. Dengan menggunakan peci dan sarung, raut mukanya terlihat khusyuk mengikuti dzikir san do’a sang imam.

Semoga saja ini bukan ghibah, saya berharap kita semua bisa mengambil hikmah dari kisah singkat yang saya sampaikan ini. Semoga Allah semakin memberi keteguhan iman kepadanya dan kepada kita semua,

Kawan… dengan kisah ini kita semakin yakin bahwa Allah Yang Maha Kuasa memang yang menggenggam hati para hambaNya. Dialah Yang membolak-balikan hati manusia sesuai KehendakNya. Kita yang mungkin telah berazzam untuk menjadi seorang aktivis dakwah di setiap lini, amanah, dan amal apapun yang kita lakukan saat ini hendaklah bisa mengambil pelajaran. Terutama temen-temen dan adik-adik yang dapat amanah jadi asisten AAI atau murobbi. Janganlah mudah untuk menyerah ketika menemui mad’u (objek dakwah) yang mungkin menurut kita “kurang prospek” untuk dibina/didakwahi.

Apakah kita lupa dulunya seperti apa Umar bin Khotob ra, juga Kholid bin Walid ra?? Mereka berdua adalah “premannya” Mekah kala itu, atau mungkin bahkan “bosnya preman”. Tapi ketika cahaya Islam & hidayah dari Allah SWT sampai pada mereka seakan kehidupan mereka berubah 180 derajat, mereka menjadi pahlawan-pahlawan Islam terdepan dibarisan para sahabat.

Allah SWT Yang Maha Tahu kapan saat yang tepat bagi hambanya untuk menerima hidayahNya. Allah SWT juga yang paling berhak untuk memilih siapa-siapa diantara hambaNya yang layak untuk segera mendapatkan hidayahNya. Tugas kita hanyalah menyampaikan, tidak perlu memaksakan dan juga jangan mudah cepat putus asa...

Thursday, October 29, 2009

KOK NIKAH DULUAN YA???!!

Beberapa hari yang lalu, sempat ada berita yang cukup mengagetkan bagi beberapa orang. Padahal kalo menurut saya biasa saja (^_^), hanya temen-temen aja yang terlalu mendramatisir. Ceritanya ada beberapa ikhwan yang mendapat sms dari temen akhwat satu amanah yang tenyata juga satu angkatan. Isinya kurang lebih adalah pemberitahuan tentang kabar gembira bahwa beberepa hari lagi si fulanah tersebut akan menikah dengan seorang ikhwan yang katanya namanya belum pernah dikenal. Berita itu bahkan sempat jadi bahan bercandaan. Ada yang menyindir pakai puisi bahasa inggris segala padahal gak tau bener pa gak tuch redaksinya:
Today is Wednesday..
Today is her married day..
Today, I want to die… :D

Walaupun semua itu hanya sekedar bercanda, tapi saya merasa perlu untuk kembali menyampaikan tulisan saya yang dulu pernah saya posting. Semoga saja bisa semakin menambah keyakinan kita bahwa sesungguhnya jodoh itu hanya di tangan Allah SWT dan semenjak pertama kali kita diberikan ruh kehidupan, sejak itu juga kita sudah ditetapkan 3 hal tentang kita. Selain usia dan rizqi, salah satunya adalah siapakah JODOH kita didunia ini.

Semoga tulisan pendek yang kurang tertata ini juga bisa menjadi sedikit penangkal VMJ dikalangan aktivis. Ngomong-omong soal VMJ, kemarin ketemu dengan temen aktivis UGM, dia mantan ketua Jama’ah Sholahudin tidak mau mengartikan VMJ itu "Virus Merah Jambu". Menurut beliau terlalu enak kalau diartikan seperti itu, makanya kenapa banyak aktivis yang sengaja mencoba. Beliau lebih senang menyebut VMJ itu sebagai VIRUS MENUJU JAHANAM..... silahkan coba kalo mau!!!!


=======================================================
“Assalamu’alaykum, mau tanya ustadz. Kalo saya lihat seorang ikhwan yang cerdas kok saya jadi simpati ya? Apa itu sekedar simpati biasa atau semacam perasaan cinta, karena sebenarnya nanti kalo dah agak lama biasanya perasaan itu hilang. Tapi kadang tiba2 kok muncul lagi ya?”

Begitu kurang lebih pertanyaan salah seorang peserta akhwat kajian rabu pagi hari itu. Motivasi akhwat bertanya itu bisa jadi sekedar mencairkan suasana biar peserta pada gak ngantuk terutama ikhwan2 TANGGUH itu (-tenang kalo lagi lungguh-, maksudnya tidur), mungkin juga biar ikhwan termotivasi untuk jadi ikhwan2 cerdas ^_^ , atau mungkin itu memang perasaan sebenarnya yang dia alami. Tapi apapun motivasi dari pertanyaan itu, jawaban dari ustadz Fachrudin bisa memberikan pelajaran bagi kita semua terutama bagi yang masih sering muncul perasaan2 kaya’ gitu...

Kalo jawaban runtut dan jelas seperti yang disampaikan ustadz saya juga agak lupa sih (tapi gak tidur lho ya..), pada intinya jaga perasaan jangan mudah untuk jatuh cinta pada seseorang. Terus gimana donk caranya??

Kalo ustadz Fachrudin nyarankan (pake bahasa saya lho ya): jangan percaya pada kesan pertama, kalo kita lihat seorang yang cerdas maka berfikirlah bahwa masih ada orang yang jauh lebih cerdas selain dia, atau mungkin kalo kita lihat seorang yang cakep (lha ini bagi yang belum bisa menahan pandangan) maka berfikirlah bahwa ada orang yang jauh lebih cakep dari dia. Berdo’a saja semoga jodoh kita jauh lebih baik dari yang kita lihat saat itu. Kuncinya adalah jadikan diri kita orang baik sebaik jodoh yan kita inginkan, karena Allah sudah menyampaikan bahwa yang baik itu untuk yang baik.

Tambahannya sebaiknya kita semakin perkuat lagi iman kita pada Allah SWT, maksudnya??
Maksudnya, kita harus 100% yakin bahwa Allah sudah menetapkan jodoh kita sejak pertama kali kita ditakdirkan hidup didunia. Jadi gak usah khawatir lah kalo ternyata orang yang selama ini kita idam-idamkan akan diambil orang (kaya’ mangga saja). Yakin saja kalau memang jodoh kita pasti gak akan mungkin didahului orang. Eh, tapi kita juga gak perlu pakai “nge-cim” (bahasa indonesianya apa gak tau, ngidam kali ya)?? Kenapa? Daripada ujung2nya nanti dia sudah ditakdirkan berjodoh dengan orang lain, malah jadi mubazdir perasaan kita bahkan bisa jadi makan hati ^_^.

Gitu simplenya apa yang pagi itu saya tangkap dari apa yang disampaikan ustadz Fachrudin di KRP. Maaf kalau mungkin bahasanya saya tambah-tambahi sendiri, tapi yang penting kan : “Inspirasi apa yang antum/na dapatkan setelah membaca artikel ini??? Heh....heh...heh....” (tawa khas seorang ustadz)